Kamis, 23 Desember 2010

alkisah lelakiku


Aku sangat mengagumi dirinya, sosok laki-laki pintar yang tau dan menalami banyak hal. Ia begitu perhatian sekaligus memberiku kebebasan. Dan dia adalah kekasihku yang seolah menerimaku tanpa syarat, yang mengetahui sisi kelaku dahulu. Atau sebenarnya dia tidak terlalu pedulli dengan berbagai peristiwa buruk yang kualami di masa lalu. Entahlah........

Kekasihku adalah sosok yang rumit, perlu pemahaman ekstra untuk mengerti dirinya, perlu usus yang panjang dalam menghadapinya. Sejauh ini aku melihatnya sebagai laki-laki yang setia sehingga menurutku tidak akan ada permasalahan yang muncul akibat penghianatan. Kemungkinan besar justru aku yang akan menghianati dia, tapi sebisa mungkin hal itu tidak akan kulakukan.

Kukirimkan pesan singkat untuk kekasihku, dari tempatku berada. Pesan singkat seperti biasa, sekedar menyapa selamat pagi. Seperti biasa juga, tidak akan dibalas olehnya, mungkin dia juga menyadari bahwa smsku tak lebih dari sekedar basa-basi untuk menunjukkan eksistensiku sebagai kekasihnya.

Kemudian aku berpikir dalam, benarkah aku mencintai kekasihku?

Karena pada kenyataanya aku terus menyalakan api di dadaku agar perasaanku kepadanya tidak berubah. Bukankah ini semakin menjebakku dalam hubungan yang tak tentu dengan kekasihku?aku menjadi sulit membedakan, apakah aku mencintainya, ataukah hanya sekedar mengaguminya?

Bertemu dengan kekasihku membuat kesuperioritasanku hilang, sesuatu yang tidak pernah kulakukan dengan kekasih-kekasihku sebelumnya. Mungkin aku terlalu mengaguminya, dia teramat sangat cerdas. Apa yang tidak dia ketahui tentang dunia ini, bak ensiklopedia dia punya jawaban yang memuaskan atas semua pertanyaanku.

hingga pada suatu kesimpulan...I DON’T LOVE U AS MUCH I HAD EXPECTED.”

Sementara kemarin, aku memikirkan hal yang sama dan tidak terlintas sedikitpun untuk mengatakan kepadanya. Mungkin aku memang tidak pernah jujur dalam hubungan ini.

Selamat datang di jebakan level dua, berjalan bersama dan hampa.......

U’r so inspiring

Jumat, 19 November 2010

Tak Berharga Bagiku, Namun Segalanya Bagimu

Bicara tentang konsep berharga, setiap orang pasti memiliki standar 'apa yang bernilai' bagi dirinya masing-masing. Sesuatu hal/ barang mungkin sama sekali tak penting bagi kita, namun bagi orang lain, itu bisa jadi harta karun yang tak ternilai. Bahkan apa yang kita anggap sampah sekalipun, bisa jadi keuntungan bagi orang lain.

Contoh sederhana, makanan sisa. Bagi kita yang berlimpah uang dan makanan, membuang makanan karena merasa kenyang mungkin tak jadi masalah. Namun bagi mereka yang kelaparan dan tak punya uang, mengais dan mendapatkan makanan sisa dari pembuangan bisa jadi merupakan berkah tersendiri.

Selain makanan sisa, kertas, baju, bungkus makanan, koran, atau bahkan mantan pacar sekalipun, semua hal yang tak lagi berarti bagi kita, bisa terhitung penting bagi pihak lain.

Lalu, nilai apakah yang bisa kita petik dari renungan kali ini?

Pertama, semua yang kita miliki hanyalah bagian dari siklus kehidupan saja. Saat seseorang kehilangan, lainnya pasti mendapat. Saat seorang meninggal, ingatlah bahwa selalu ada bayi yang lahir. Ada duka, namun pasti ada tawa, sebab roda kehidupan selalu berputar, sehingga kita bisa merasakan semua sisi hidup.

Kedua, hargai apa yang kita punya, dan relakan yang telah hilang. Uang saku hilang misalnya, memang membuat bete, namun coba pikir, siapa tahu orang yang menemukannya sedang sangat butuh uang...dan batal mencuri hanya gara-gara mendapat uang 'dari' Anda.

Atau, mantan pacar. Dulu penting, sekarang mungkin tidak, namun jelas ia tetap penting bagi keluarga dan pacar barunya. Ehm...

Dengan memiliki hati lapang seluas samudera, maka kita takkan pernah merasa rugi atau dirugikan. Sebab dengan kondisi hati ikhlas dan nerimo, kita bisa lebih mudah untuk mensyukuri segala yang terjadi. Dan akibatnya, hidup pun jadi lebih indah.

Kamis, 22 Juli 2010

Tepat tanggal 7 juli 2010, aku bermaksud menyudahi semua beban ini. taukah kau, aku mengumpulkan seenap keberanianku untuk hanya sekedar mengirim sms padamu.
aku merendahkan hati, sekali lagi ingin sekedar bertemu denganmu. entah itu mengawali (lagi) ataupun mengakhiri semua. aku ingin itu semua dengan indah, ikhlas, tiada beban di hati.
aku ingin jadi orang yang berani, tuhan bantulah aku, menyelesaikan masalah yang menyesakkan hati ini. aku ingin semua berakhir dengan indah.
Tuhan aku bersyukur sepenuhnya padaMU.
Atas pelajaran berharga ini.

Rabu, 19 Mei 2010

autumn in paris

semalem gue baca novel sampe hampir jam 2 malam. Cerita cinta yang berakhir menyedihkan. tapi tetap saja tak bisa membuatku nangis sampe puass....
waktu baca sempat ikut ngerasa sesak di dada waktu tara dan tatsuya mo pisahan.
sekarang2 ini gue lagi hunting bacaan yang bisa bikin gue nangis ampe berderai-derai hehe....
pokoe biar plong, hilang semua sesak didada, habis itu lepas....

Selasa, 18 Mei 2010

salam kenal....

akhirnya, setelah perjuangan yang lumayan panjang hehe.....lebay...
jadilah my blog.
salam kenal semua...